Jakarta, 26 September 2024. Universitas Indonesia (UI) berkomitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di lingkungan kampus. Isu keadilan gender dan pemberdayaan perempuan direalisasikan melalui pelaksanaan Workshop Gender Action Plan (GAP) 2024 yang berlangsung pada 20–21 September 2024 di Hotel Mercure Simatupang, Jakarta Selatan. Peserta lokakarya yang hadir terdiri atas dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang terlibat dalam 5 program GAP 2024 di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) dan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI. Program pengabdian masyarakat ini juga didukung oleh Asian Development Bank (ADB) dan Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Park (PRIMESTeP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kegiatan workshop kali ini berupaya menjembatani berbagai lintas disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan efektif dalam mengatasi ketidakadilan gender di 3 lokasi, antara lain Bogor, Bekasi, dan Jakarta. Selain itu, melalui kegiatan ini UI juga mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) DISTP UI yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan anti-kekerasan berbasis gender. Pada saat proses penyusunan SOP, UI secara khusus mengundang pakar dari berbagai latar belakang seperti jurnalis, pengusaha, hingga pengacara. Inisiatif ini diambil guna menjamin kelengkapan DISTP sebagai kawasan pengembangan korporasi atau start-up binaan UI.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K)., memberikan catatan terkait penyelenggaraan GAP 2024 “Workshop bertemakan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu langkah awal dalam mewujudkan masyarakat yang berperspektif gender dengan menjunjung tinggi prinsip inklusi”. Ia menekankan pentingnya isu gender dalam konteks akademik dan masyarakat dengan mendorong transparansi dalam proses mewujudkannya. Dalam hal ini, drg. Nurtami mengamanatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu guna mengatasi berbagai isu keadilan dan kesetaraan gender.
Isu keadilan dan kesetaraan yang dimaksud meliputi kesetaraan gender dalam riset, pemberdayaan perempuan melalui kewirausahaan, dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) UI, Prof. Dr. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, memaparkan hasil risetnya terkait pencegahan dan deteksi dini kanker payudara di hadapan perempuan dari lima wilayah Jakarta. Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI, drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K)., Ph.D., melaporkan hasil program “Gusi Sehat Bumil Prima” di hadapan warga Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Tidak sampai di situ, UI juga melakukan pendampingan kewirausahaan kepada perempuan dari Bogor dan Jakarta Timur. Senior Researcher UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Dr. Rambat Lupiyoadi, SE, ME., menegaskan pentingnya kewirausahaan digital bagi perempuan. Dr. Rambat menghadirkan salah satu wirausahawan perempuan yang pernah dibinanya, yaitu Muslimah (57). Pada kesempatan tersebut, Muslimah berhasil membuktikan bahwa bisnis online mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Senada dengan pandangan ini, seorang peserta bernama Atikah (50) turut membagikan pengalamannya dalam menjalankan bisnis online yang mulai ramai ketika Pandemi Covid-19 berlangsung. Atikah mengapresiasi pihak UI karena telah membina warga Desa Semplak Barat, Kemang, Bogor menjadi wirausahawan digital.
Pada panel yang berbeda, Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, Dr. Retno Lestari, M.Si., memperkenalkan teknologi organikflok kepada perempuan Kampung Jawa, Kelurahan Makasar, Cipinang, Jakarta Timur. Dalam hal ini, Ia mengajak peserta untuk menggali potensi pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan sampah organik. Melalui program “Peka Puja” Dr. Retno berharap ada peningkatan kesejahteraan perempuan di Kampung Jawa dari proses transformasi sampah organik rumah tangga.