Gifu, UPI
UPT Kebudayaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapatkan kesempatan istimewa untuk berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan Nasional ke-39 dan Festival Seni dan Budaya Nasional Penyandang Disabilitas ke-24 di Gifu, Jepang. Acara yang diselenggarakan pada November 2024 ini menjadi ajang penting untuk mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang, serta memperkenalkan keanekaragaman seni tradisional Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Sebagai bagian dari kontribusinya, UPT Kebudayaan UPI menghadirkan penampilan Angklung oleh para siswa dari KABUMI dan SLBN Cicendo. Penampilan ini tidak hanya memperkenalkan instrumen tradisional Indonesia, tetapi juga menampilkan potensi dan bakat luar biasa dari penyandang disabilitas dalam seni. Ini sejalan dengan tema festival yang mengangkat pentingnya pendidikan inklusif dan keberagaman.
Program Angklung yang dipilih oleh panitia festival merupakan bagian dari rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Universitas Gifu, di mana para peneliti dari berbagai bidang mempresentasikan hasil penelitian mereka. Penampilan seni ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru kepada masyarakat Jepang mengenai budaya tradisional Indonesia, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya memandang keberagaman sebagai kekuatan.
“Kegiatan ini merupakan program internaisonal community service untuk masyarakat Jepang, khususnya di Gifu. Juga menjajakan Kerjasama antar UPI khususnya Prodi Pendidikan khusus dengan Sukuba of Theknologi University. Selain itu kegiatan lainnya yaitu kunjungan ke kedutaan RI di Tokyo dan diterima oleh Duta Besar Ir. H. heri Akhmadi. dan membicarakan perihal Kerjasama UPI dengan universitas-universitas di Jepang. Khususnya mahasiswa disability,” ujar Kepala UPT Kebudayaan UPI Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd.
Kehadiran para siswa dari KABUMI dan SLBN Cicendo di acara ini mendapatkan sambutan hangat dari pengunjung dan peserta festival. Penampilan mereka berhasil memukau audiens dengan melodi Angklung yang harmonis, yang mengundang decak kagum dan apresiasi mendalam. Hal ini menciptakan momen berharga bagi para peserta festival untuk merasakan langsung kekayaan budaya Indonesia. Panitia acara, yang diwakili oleh Suzuki, menyampaikan bahwa meskipun mereka tidak dapat menyediakan fasilitas yang sepenuhnya memenuhi harapan, semangat kolaborasi antara Jepang dan Indonesia tetap diutamakan. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjalin hubungan yang lebih erat melalui seni dan budaya, serta meningkatkan pemahaman lintas negara.
Wakil Rektor bidang IKSI UPI Prof. Dr. Agus Rahayu, MP., dan Kepala BPPU UPI Prof. Dr. H. Amir Machmud, S.E., M.Si., hadir dan memberikan dukungan bagi acara tersebut. Partisipasinya menambah makna dan keistimewaan bagi acara ini, mengingat pengaruh positifnya dalam mendorong kerja sama antara kedua negara.
Melalui acara ini, UPT Kebudayaan UPI berharap dapat memperluas wawasan masyarakat Jepang tentang keberagaman budaya Indonesia dan pentingnya pendidikan inklusif. Penampilan Angklung menjadi simbol persatuan yang menghubungkan kedua negara, serta menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan untuk memahami dan menghargai perbedaan. Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih besar di masa depan, yang akan terus memperkaya hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang.

