Rektor UPI Ajak Seluruh Civitas Akademika untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Inovasi Indonesia

Rektor UPI Ajak Seluruh Civitas Akademika untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Inovasi Indonesia

Bandung, UPI

Mari kita terus bekerja keras, berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing global.

Tantangan di depan kita memang berat, tetapi bukan tidak mungkin untuk diatasi. Jika kita bersama-sama berkomitmen, bersinergi, dan bekerja keras, saya yakin Indonesia bisa mengubah tantangan ini menjadi peluang. Kita bisa melompat lebih tinggi, membawa pendidikan kita sejajar dengan negara-negara maju, dan memajukan bangsa ini melalui inovasi, pengetahuan, dan kekayaan intelektual.

Ada enam langkah strategis yang perlu kita tempuh untuk mengejar ketertinggalan yang sangat nyata. Pertama, mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi; kedua, memecahkan tantangan lokal dan global; ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan dan diseminasi ilmu pengetahuan; keempat, meningkatkan kolaborasi antara industri dan universitas; kelima, meningkatkan kebijakan publik dan tata kelola berbasis sains dan data; dan keenam, menumbuhkan budaya rasa ingin tahu dan belajar sepanjang hayat di masyarakat.

Rektor UPI Ajak Seluruh Civitas Akademika untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Inovasi Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam pidatonya pada Peringatan Dies Natalis Ke-70 dan Lustrum XIV UPI Tahun 2024 di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (21/10/2024).

Dikatakan lebih lanjut, Inovasi harus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kita. Pengetahuan yang dihasilkan didistribusikan kepada masyarakat luas, sehingga bisa memberikan dampak yang nyata. Sinergi antara dunia industri dan akademisi harus diperkuat. Pengambilan kebijakan harus lebih mengutamakan pendekatan berbasis sains dan bukti nyata. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab universitas. Kita semua harus menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat, menciptakan masyarakat yang selalu ingin tahu, dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ajakan tersebut bukan tanpa dasar, ujarnya, karena UPI hingga saat ini terus menunjukkan komitmennya terhadap keunggulan akademik, inovasi, dan relevansi global. Prestasi UPI selama empat tahun terakhir memperlihatkan capaian besar dalam banyak hal.

Dikatakannya,”Kemajuan UPI sebagai suatu universitas, diukur berdasarkan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan oleh Kepmendikbud No. 3/M/2021. Indikator ini memberikan peta jalan yang jelas bagi universitas untuk berkontribusi secara signifikan terhadap tujuan nasional. Pencapaian UPI dalam setiap indikator tersebut tidak hanya mencerminkan pertumbuhan institusional, tetapi juga kecerdasan strategis dalam beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.”

UPI terus menunjukan pertumbuhan kinerja ke arah positif. Kemajuan UPI terlihat nyata dalam peningkatan signifikan di seluruh IKU yang mencakup area-area penting, seperti daya saing lulusan, keterlibatan mahasiswa dalam dunia nyata, aktivitas dosen di luar kampus, serta internasionalisasi program akademik. Pada tahun 2020, UPI berada pada kategori “Low (10%)” dengan hanya mencapai 50% target IKU. Namun, melalui intervensi strategis dan pengelolaan kelembagaan yang kuat, UPI berhasil meningkatkan capaian menjadi 54% pada 2021, dan melonjak tajam menjadi 70,03% pada 2022, masuk ke dalam kategori “Middle (70%)”. Pada 2023, UPI semakin memperkokoh posisinya dengan capaian 74,3%, menempatkan UPI di antara 5 yang terbaik di Indonesia.

Rektor UPI Ajak Seluruh Civitas Akademika untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Inovasi Indonesia

Dengan capaian tersebut, peringkat UPI dalam capaian IKU juga naik dari posisi ke-11 dari 12 PTN-BH pada tahun 2020 menjadi posisi ke-5 dari 21 PTN-BH pada 2023. Capaian tersebut menunjukkan reputasi UPI yang semakin meningkat, tidak hanya sebagai pusat keunggulan pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang mendorong visi nasional untuk menjadi negara berbasis pengetahuan yang kompetitif. Pertumbuhan kinerja ini juga membawa dampak finansial yang positif, dengan peningkatan insentif dari pemerintah, dari sekitar Rp 1 miliar pada 2020 menjadi sekitar Rp 7 miliar pada 2023.

“Jumlah mahasiswa yang mendaftar, terutama di program sarjana, terus meningkat setiap tahunnya. Keberhasilan UPI dalam menambah program studi baru serta memperluas kapasitas program studi favorit telah mendukung peningkatan ini. Pada 2024, UPI mencatat lonjakan tajam dalam penerimaan mahasiswa dengan total 10.296 mahasiswa, naik dari 8.476 pada 2020, yang berarti kenaikan sebesar 21,47%. Reputasi UPI sebagai pilihan utama bagi calon mahasiswa menunjukkan bahwa UPI kini menjadi universitas yang diminati oleh para calon mahasiswa dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Salah satu catatan positif terkait mahasiswa pascasarjana adalah peningkatan jumlah penerima beasiswa LPDP yang memilih UPI untuk melanjutkan studi mereka. Ini merupakan bukti dari citra positif UPI di kalangan akademisi berprestasi sehingga memperkuat posisi UPI sebagai destinasi unggulan untuk studi lanjutan.

Rektor UPI Prof. Solehuddin mengungkapkan,”Hubungan internasional UPI semakin kuat melalui berbagai program pertukaran, mobilitas mahasiswa, dan kolaborasi global. Partisipasi UPI dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) telah meningkatkan profil UPI di kancah internasional, memungkinkan mahasiswa belajar di universitas terbaik dunia.

UPI telah bekerja sama dengan lebih dari 232 perguruan tinggi mitra domestik dan berbagai universitas internasional ternama, katanya. Strategi internasionalisasi ini memastikan bahwa mahasiswa UPI mendapatkan wawasan global yang berharga, mempersiapkan mereka untuk sukses di dunia yang semakin terhubung secara global.

Rektor UPI Ajak Seluruh Civitas Akademika untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Inovasi Indonesia

Sementara itu, mahasiswa UPI berkontribusi dalam kemenangan Jawa Barat sebagai Juara Umum PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Sebanyak 103 mahasiswa UPI yang mewakili Jawa Barat berhasil menyumbangkan 149 medali, terdiri dari 64 medali emas, 38 medali perak, dan 47 medali perunggu.

Di sisi lain, lanjutnya, pada 2024, UPI berhasil mengamankan 179 judul penelitian yang didanai oleh DIKTI, jauh lebih tinggi dibandingkan 75 judul pada 2023. Hal ini mencerminkan dedikasi UPI dalam membangun budaya penelitian yang kuat dan berfokus pada kualitas. komitmen UPI untuk mengaplikasikan hasil penelitian ke masyarakat diwujudkan melalui Program Hilirisasi Inovasi.

Rektor UPI menegaskan jika UPI mendapatkan pengakuan global melalui akreditasi akademik. Sebanyak 122 program studi UPI telah meraih akreditasi “Unggul”, mencakup 70,93% dari total program studi yang ada. Selain itu, UPI juga berhasil meningkatkan jumlah program studi yang terakreditasi internasional, dengan 102 program studi yang diakreditasi oleh lembaga-lembaga ternama seperti AQAS, ASIIN, dan AUN-QA.

“Jurnal-jurnal seperti Indonesian Journal of Science and Technology (IJoST), Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL), dan ASEAN Journal of Science and Engineering (AJSE) telah terindeks di Scopus Q1 dan Q2, memperkuat reputasi UPI sebagai penghasil publikasi ilmiah berkualitas tinggi,” ucapnya.   (dodiangga)

source