Mengangkat tema “Physics for Better World: Challenges and Innovations”. Seminar Nasional Fisika ke-X dan First International Physics Conference (IPC) sukses digelar pada hari Sabtu, 9 November 2024, secara hybrid d di Auditorium FPMIPA UPI dan daring melalui platform Zoom.

Kegiatan ini iikuti oleh 291 peserta dari 9 negara dan 39 institusi ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut secara daring dan luring. 271 peserta berasal dari Indonesia dengan afiliasi berbagai universitas (31 perguruan tinggi), sekolah dan lembaga riset di Indonesia. Sedangkan 20 peserta lainnya berasal dari berbagai negara termasuk di antaranya Laos, Jepang, Korea, Afghanistan, Pakistan, Australia, Rwanda, dan Amerika. Sejumlah 70 peserta menyampaikan paparan secara oral dalam sesi paralel untuk kegiatan Sinafi, dan 93 peserta untuk kegiatan IPC.

Kegiatan ini dilaksanakan Kegiatan ini diperuntukkan bagi dosen, peneliti, mahasiswa, guru, dan pemerhati pendidikan dan sains. Termasuk di antara peserta yang berpartisipasi, ada satu orang siswa sekolah menengah atas (SMA) sebagai peserta termuda, seperti yang disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan ini, Dr. Selly Feranie, M.Si., yang juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan bibit-bibit peneliti muda di Indonesia.

Kegiatan 1st IPC dan Sinafi X ini berkolaborasi dengan berbagai universitas baik dari dalam dan luar negeri. Keynote speaker yang berasal dari Kangwon National University, Prof. Chang Wook Lee, hadir secara langsung di Auditorium FPMIPA UPI dan memberikan paparan serta berdiskusi dengan para peserta secara aktif. Sedangkan dua keynote speaker lainnya, yaitu Asc. Prof. Hasan Ozgur dari Bogazici University dan Asc. Prof. Siti Kudnie S dari UNIMAS, memberikan paparannya secara daring yang disimak oleh seluruh peserta di Auditorium dan zoom. Keduanya mendapat respon antusias dari para peserta dan sesi diskusi dapat berlangsung dengan baik. Salah satu peserta asal Laos, Phetviengkham Onexayvieng, ikut mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dari negara dan budaya yang beragam dalam rangka memeriahkan kegiatan ini.
Tidak hanya keynote speaker yang berasal dari berbagai universitas unggul di luar negeri, kegiatan ini juga mengundang rekan-rekan dosen dan peneliti yang berasal dari UPI, UNJ, dan BRIN sebagai invited speaker untuk membagikan hasil riset mereka dalam paparan yang dilaksanakan pada sesi paralel.
Setelah sesi pleno berakhir, Phetviengkham memberikan komentarnya terkait kegiatan ini. “Although this is the first international conference at UPI, I believe that the quality of the conference met high international standards. Finally, I would like to extend my heartfelt thanks to his supervisor, Dr. Acep Purqon, for his support in my research. A big thank you to the International Physics Conference at UPI for giving me this opportunity, for the warm welcome, and for facilitating my attendance”, ujarnya. Testimoni lainnya diberikan oleh salah satu peserta mahasiswa program doctoral dari Kangwon National University, Arief Rizqiyanto, “Mengikuti International Physics Conference 2024 memperkaya pengalaman saya dengan ide-ide inovatif di bidang fisika. Diskusi dengan para ahli yang hadir membuka wawasan baru dan memperkuat motivasi saya dalam riset yang berdampak positif bagi masyarakat”, ungkapnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Prof. Lee dari KNU yang mengungkapkan bahwa beliau terpukau oleh musik angklung dan tarian tradisional yang disajikan selama upacara pembukaan.
Menurut., Prof Endi Suhendi kegiatan IPC kali ini merupakan langkah awal untuk keberlanjutan konferensi internasional fisika yang akan menjadi agenda tahunan Prodi Fisika dan Pendidikan Fisika sama halnya dengan kegiatan Sinafi yang telah menunjukkan eksistensinya selama 10 tahun terakhir. “Untuk ukuran konferensi internasional pertama, kegiatan ini tergolong sukses dan lancar. Namun tetap, perlu perbaikan di tahun mendatang, seperti mengikutsertakan dosen dari UPI untuk ikut berperan sebagai Keynote Speaker. Semoga di tahun mendatang Bapak Rektor atau perwakilan dari Fakultas dapat hadir secara langsung atau memberikan pesan melalui video singkat untuk memperkenalkan UPI secara global”, ujar Dr. Syamsudin selaku ketua program studi Pendidikan Fisika
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Fisika dan Fisika UPI, bersama dengan sponsor dan partner yang turut serta mendukung berlangsungnya kegiatan ini. Sponsor dan partner yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain PT. Kurniajaya Muktisentosa, Indonesia Scientific Society, dan PUDAK Scientific. “Kami berharap kolaborasi dengan sponsor dan partner, serta semangat para peserta untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan dapat dipertahankan di tahun mendatang“, tutup Dr. Selly Feranie, M.Si.