Tim PKM FPBS UPI Kembangkan Literasi Kebencanaan melalui Wisata Legenda Berbasis AI untuk Mitigasi Sesar Aktif

Bandung,

Rabu (20/11/2024), diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Peningkatan Literasi Kebencanaan melalui Kegiatan Wisata Legenda Berbantuan Kecerdasan Buatan sebagai Sistem Mitigasi Bencana Sesar”. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dr. Yostiani Noor Asmi Harini, M.Hum., Dr. Dina Siti Logayah, M.Pd., Dr. Jatmika Nurhadi, M.Pd., dan Refi Saefullah, S.Pd. selaku Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, dan berkolaborasi dengan Dosen Ilmu Pendidikan IPS, Universitas Pendidikan Indonesia dan Yayasan Buana Varman Semesta.

Kegiatan pengabdian diselenggarakan di Gedung FPBS, Lantai 4, Ruang Sidang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi semester 3, 5, dan 7 FPBS UPI. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi guna meningkatkan kewaspadaan mahasiswa yang berada di sekitar sesar Lembang.

Kegiatan ini dikemas melalui pemaparan yang memadukan antara ilmu sastra, ilmu geografi, dan pemanfaatan artificial intelligence. Oleh sebab itu, selain melibatkan dosen  Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai narasumber, dalam kegiatan ini diundang pula Refi Saefullah, S.Pd. sebagai narasumber dari bidang ilmu geografi.

Ilmu sastra memiliki kontribusi sebagai sistem mitigasi bencana karena mengandung literasi kebencanaan di dalam sebuah legenda. Hal itu karena legenda berperan penting dalam kehidupan masyarakat penuturnya dan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan sekitar. Sementara Ilmu Pengetahuan Sosial berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif untuk memperbaiki segala ketimpangan, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari, baik yang menimpa diri sendiri maupun masyarakat. Selain itu, di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial pun terdapat pelajaran terkait geografi yang bermanfaat dalam mitigasi bencana, khususnya bencana gempa bumi dan sesar.

Kegiatan pengabdian ini diawali dengan mengisi angket berbentuk google formulir secara bersamaan. Angket tersebut merupakan pre-test yang berisi beberapa pertanyaan mengenai literasi kebencanaan yang mencakup pemahaman bencana alam, sesar Lembang, mitigasi bencana alam, serta media dalam mitigasi bencana. Hal ini bertujuan untuk melihat pemahaman awal mahasiswa sebagai peserta sebelum mengikuti diskusi literasi kebencanaan.

Setelah selesai mengisi angket, kegiatan kemudian dibuka oleh Dr. Yostiani Noor Asmi Harini, M.Hum. Forum diskusi pun diserahkan kepada Refi Saefullah, S.Pd. untuk pemaparan materi mengenai mitigasi bencana. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bencana, sumber bencana, penyebab bencana di Indonesia, mitigasi bencana hingga pemahaman mengenai sesar Lembang dan beberapa sesar aktif di Jawa Barat. Pematerian tersebut disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketanggapan terhadap bencana alam, terutama yang saat ini menjadi potensi besar bagi wilayah yang berdekatan dengan sesar Lembang. Hal ini penting untuk diketahui karena menjadi upaya dalam mengurangi risiko dari bencana alam, khususnya gempa.

Kegiatan dilanjutkan oleh Dr. Jatmika Nurhadi, M.Hum mengenai simulasi pemanfaatan artificial intelligence, yaitu ChatGPT, dalam mitigasi bencana. Sebelum materi disampaikan, lagu mitigasi bencana dalam bentuk video ditayangkan terlebih dahulu kepada mahasiswa. Lagu tersebut merupakan produk kreativitas dari tim yang diolah dengan artificial intelligence. Dalam simulasi ini, proses pembuatan lagu tersebut ditunjukkan dengan mengambil salah satu legenda Jawa Barat sebagai contoh. Teks legenda diserahkan kepada ChatGPT untuk dibuatkan lirik lagu. Setelah itu, lirik lagu yang sudah jadi dibuat instrumen dan vokalnya oleh Suno dari ChatGPT. Namun, sebelum dijadikan lagu, lirik tersebut bisa direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Simulasi ini dilakukan untuk memperlihatkan inovasi teknologi dan media yang dapat dijadikan pendukung dalam berbagai aspek kehidupan, contohnya pengabdian ini.

Sesi diskusi dibuka pada bagian akhir untuk memperdalam pengetahuan mengenai literasi kebencanaan. Sesi ini berlangsung cukup interaktif antara pemateri dan peserta. Sebelum ditutup, mahasiswa pun mengisi kembali angket berbentuk google formulir yang berisi post-test mengenai literasi kebencanaan. Setelah semua rangkaian acara selesai, diskusi pun ditutup.

Kontributor

Aliefia Nurhaliza Idris

Maulida Fitriatusyifa

source