Ubedillah Badrun Dicopot dari Koorprodi Pendidikan Sosiologi, UNJ: Tidak Ada Pemecatan

loading…

Ubedillah Badrun (tengah berkacamata) mengaku dicopot dari Koordinator Prodi Pendidikan Sosiologi UNJ tanpa ada pemberitahuan dari rektor. Foto/Dok/Nur Khabibi.

JAKARTAUbedillah Badrun mengaku dicopot dari Koordinator Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tanpa ada pemberitahuan dari rektor. UNJ pun memberikan penjelasan mengenai kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, Pengamat Politik Ubedillah Badrun mengaku bahwa ia dicopot sebagai Koorprodi Pendidikan Sosiologi UNJ tanpa ada penjelasan resmi dari rektor.

Padahal biasanya kebijakan yang berlaku adalah harus ada Surat Keputusan (SK) pemberhentian dan pengangkatan dengan alasan klauusl pertimbangan dan seterusnya.

Ubedillah pun meminta kementerian terkait untuk monitoring atau mengevaluasi pola manajemen dan pengambilan keputusan di kampus, khususnya yang berstatus PTN BH.

Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ Syaifudin awalnya menjelaskan mengenai status UNJ yang kini berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dari sebelumnya PTN Badan Layanan Umum (BLU).

Status baru ini pun mengharuskan UNJ untuk menata ulang organisasi dan tata kerja, termasuk pembentukan Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik Universitas (SAU).

Dia mengatakan, UNJ diberi waktu 1 tahun untuk penataan kelembagaan. Termasuk juga ada perubahan nama fakultas di antaranya Fakultas Ilmu Sosial (FIS) menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan lainnya.

Selain itu, kata dia, sejak Oktober 2024-Januari 2025 setidaknya ada lebih dari 200 pejabat baru UNJ yang dilantik di era PTN BH.

“Salah satu wujud penataan ulang organisasi dan tata kerja tersebut, misalnya Rektor memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat di bawah Rektor sesuai kebutuhan organisasi dan peraturan yang berlaku,” katanya, melalui siaran pers, yang diterima SINDOnews, Selasa (4/2/2025).

“Jadi bagi masyarakat atau sivitas akademika yang kebetulan kampusnya sudah juga menjadi PTN-BH pasti memahami proses dan konteks restrukturisasi organisasi sebuah kampus dari PTN BLU menjadi PTN BH,” ungkap Syaifudin.

source