Depok, 28 Oktober 2024. Universitas Indonesia (UI) menerima kunjungan dua universitas dari Korea Selatan, yakni University of Ulsan (UOU) dan Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST) pada Senin (21/10), di Ruang Rapat A, Lantai 2, Gedung Pusat Administrasi Universitas, Kampus UI Depok. Kedatangan para delegasi dari kedua universitas tersebut disambut oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, bersama perwakilan dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada kunjungan tersebut, Vice President of Academic Affairs UNIST, Dr. Sung Chul Bae, memperkenalkan program Work and Study in Ulsan (WSU) yang dirancang untuk mahasiswa pascasarjana, baik pada program magister maupun doktor. Dalam program ini, mahasiswa dapat belajar di UOU dan UNIST dengan mekanisme joint degree sekaligus merasakan pengalaman bekerja di perusahaan papan atas seperti Hyundai dan Samsung. Hal ini tidaklah mengherankan sebab Ulsan merupakan rumah bagi industri besar dengan tingkat pendapatan perkapita tertinggi di Korea Selatan.
Vice President for Academic Affair UOU, Dr. Chi-Woon Cho mengatakan, “UI adalah satu dari tujuh mitra utama yang kami harapkan keterlibatannya dalam program WSU. Hal itu karena reputasi pekerja lulusan UI dikenal kompeten dengan skor 79,2 berdasarkan QS World University Ranking 2025.” Menurutnya, program ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Korea Selatan, sehingga talenta terbaik dari UI dipastikan memperoleh akomodasi yang memadai selama berkuliah dan bekerja di sana.
Atas program WSU yang ditawarkan tersebut, Prof. Dedi memberikan respons positif karena kolaborasi global merupakan langkah yang tepat untuk menghasilkan inovasi yang berkualitas. “WSU menjadi bukti bahwa ada keseriusan dari tiga universitas untuk menghubungkan inovasi kampus dan kebutuhan dunia industri. Kami berharap keterlibatan UI dalam WSU dapat mempererat keterhubungan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam inovasi di bidang industri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Center for Independent Learning (CIL), Fransiskus Astha Ekadiyanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan serupa terhadap perguruan tinggi di Indonesia. Melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), pemerintah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja selama satu tahun di perusahaan, kementerian, lembaga, atau mitra lain yang turut berpartisipasi pada program tersebut. Oleh karena itu, jika UI terlibat dalam program WSU, cakupan pembelajaran tentu akan semakin luas.