Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Selangor, Malaysia, 23 Oktober 2024 —Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi kampus dengan mengirimkan mahasiswa ke berbagai universitas di luar negeri. Salah satu wujud dari upaya ini adalah program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang diinisiasi oleh UPI juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pada kesempatan ini, Dekan FIP, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., meninjau secara langsung mahasiswa-mahasiswa FIP yang tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Empat mahasiswa FIP yang menjadi peserta program ini adalah pertama, Alifah Nadya Ramadhani Thaha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat angkatan 2022, yang menjalani pertukaran di Faculty of Economics and Management (FEP). Kedua, Kinandhita Nasywa Savana, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2021, yang ditempatkan di Faculty of Education. Ketiga, Siti Vania Khoerunnisa, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022, yang menjalani pertukaran di Faculty of Economics and Management UKM. Dan keempat,  Adiena Filosofianita, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021, yang menjalani pertukaran di Faculty of Social Science and Humanities (FSSK).

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini memberikan berbagai kesan positif mengenai pengalaman mereka. Kinandhita Nasywa Savana, menyampaikan bahwa kampus UKM sangat besar dan dikelilingi oleh hutan, sehingga ia harus menaiki bus untuk menuju kelas. Menurutnya, perbedaan paling mencolok adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan, serta keberagaman mahasiswa dari berbagai negara yang membuatnya belajar tentang budaya internasional. “Menjadi mahasiswa pertukaran pelajar memberikan saya banyak pengalaman, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Kinandhita.

Sementara itu, Adiena Filosofianit, menyatakan bahwa pengalaman akademis dan personal yang Ia peroleh di UKM sangat berharga. UKM menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan multikultural, memfasilitasi diskusi akademik dengan beragam perspektif. Selain itu, Adiena juga memanfaatkan berbagai kegiatan mahasiswa dan program pertukaran budaya yang membantu mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan internasional.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Alifah Nadya Ramadhani Thaha, mengungkapkan kekagumannya terhadap variasi perkuliahan dan kegiatan di UKM, terutama dalam hal interaksi antara civitas akademika dan penugasan yang menantang kreativitas serta keaktifan mahasiswa.

Siti Vania Khoerunnisa, mahasiswi Psikologi, mengungkapkan kebahagiaannya selama tiga minggu menjalani pertukaran di UKM. “Saya sangat senang bisa belajar di salah satu universitas terbaik di Malaysia dan Asia Tenggara, serta berkesempatan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai negara,” ujarnya. Ia juga merasa bersyukur atas kehadiran teman-teman yang suportif di sana, yang membuat tantangan dalam akademik dan kehidupan sehari-hari lebih mudah dihadapi.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Dalam kunjungannya, Prof. Rudi memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sebaik-baiknya. Beliau menekankan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

“Pengalaman internasional ini adalah bagian dari usaha kita untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar, bertukar pikiran, dan menjalin jaringan,” ujar Prof. Rudi.

Program UPIISM sendiri merupakan inisiatif dari Universitas Pendidikan Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar di luar negeri, memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan pemahaman lintas budaya dalam lingkungan akademik global.

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini diharapkan dapat membawa pengalaman berharga yang dapat diaplikasikan saat kembali ke Indonesia, baik dalam konteks akademik maupun sosial.(Humas UPI, Dadi Mulyadi/Ed.HN)

source

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Selangor, Malaysia, 23 Oktober 2024 —Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi kampus dengan mengirimkan mahasiswa ke berbagai universitas di luar negeri. Salah satu wujud dari upaya ini adalah program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang diinisiasi oleh UPI juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pada kesempatan ini, Dekan FIP, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., meninjau secara langsung mahasiswa-mahasiswa FIP yang tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Empat mahasiswa FIP yang menjadi peserta program ini adalah pertama, Alifah Nadya Ramadhani Thaha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat angkatan 2022, yang menjalani pertukaran di Faculty of Economics and Management (FEP). Kedua, Kinandhita Nasywa Savana, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2021, yang ditempatkan di Faculty of Education. Ketiga, Siti Vania Khoerunnisa, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022, yang menjalani pertukaran di Faculty of Economics and Management UKM. Dan keempat,  Adiena Filosofianita, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021, yang menjalani pertukaran di Faculty of Social Science and Humanities (FSSK).

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini memberikan berbagai kesan positif mengenai pengalaman mereka. Kinandhita Nasywa Savana, menyampaikan bahwa kampus UKM sangat besar dan dikelilingi oleh hutan, sehingga ia harus menaiki bus untuk menuju kelas. Menurutnya, perbedaan paling mencolok adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan, serta keberagaman mahasiswa dari berbagai negara yang membuatnya belajar tentang budaya internasional. “Menjadi mahasiswa pertukaran pelajar memberikan saya banyak pengalaman, baik akademik maupun non-akademik,” ujar Kinandhita.

Sementara itu, Adiena Filosofianit, menyatakan bahwa pengalaman akademis dan personal yang Ia peroleh di UKM sangat berharga. UKM menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan multikultural, memfasilitasi diskusi akademik dengan beragam perspektif. Selain itu, Adiena juga memanfaatkan berbagai kegiatan mahasiswa dan program pertukaran budaya yang membantu mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan internasional.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Alifah Nadya Ramadhani Thaha, mengungkapkan kekagumannya terhadap variasi perkuliahan dan kegiatan di UKM, terutama dalam hal interaksi antara civitas akademika dan penugasan yang menantang kreativitas serta keaktifan mahasiswa.

Siti Vania Khoerunnisa, mahasiswi Psikologi, mengungkapkan kebahagiaannya selama tiga minggu menjalani pertukaran di UKM. “Saya sangat senang bisa belajar di salah satu universitas terbaik di Malaysia dan Asia Tenggara, serta berkesempatan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai negara,” ujarnya. Ia juga merasa bersyukur atas kehadiran teman-teman yang suportif di sana, yang membuat tantangan dalam akademik dan kehidupan sehari-hari lebih mudah dihadapi.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Tinjau Mahasiswa Program Pertukaran di Universiti Kebangsaan Malaysia

Dalam kunjungannya, Prof. Rudi memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sebaik-baiknya. Beliau menekankan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

“Pengalaman internasional ini adalah bagian dari usaha kita untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar, bertukar pikiran, dan menjalin jaringan,” ujar Prof. Rudi.

Program UPIISM sendiri merupakan inisiatif dari Universitas Pendidikan Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar di luar negeri, memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan pemahaman lintas budaya dalam lingkungan akademik global.

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini diharapkan dapat membawa pengalaman berharga yang dapat diaplikasikan saat kembali ke Indonesia, baik dalam konteks akademik maupun sosial.(Humas UPI, Dadi Mulyadi/Ed.HN)

source